The Problem
We store everything,
but remember nothing.
Digital Hoarding
Rata-rata orang memiliki 2,000+ foto di HP, tapi jarang membukanya kembali karena tidak ada konteks.
Memory Decay
Detail penting (percakapan, perasaan, alasan) hilang dalam hitungan minggu tanpa catatan terstruktur.
The Search Paradox
Catatan terbenam dalam tumpukan buku atau aplikasi. Pencarian tradisional sangat kaku dan tidak kontekstual bagi mereka yang super sibuk.
Privacy Gap
Social media terlalu publik, sementara Gallery terlalu "dingin" dan tidak terorganisir.
The Solution
Rememo:
The First Memory Platform.
Bukan sekadar tempat menyimpan file, tapi perpanjangan otak manusia. Menggunakan pemahaman konteks yang cerdas untuk mengubah data mentah menjadi memori yang hidup dan mudah ditemukan kembali.
"If it's important, forget it.
We'll remember it for you."
Business & Tech Strategy
Cost-Efficient Intelligence
Menggunakan infrastruktur pemrosesan data yang sangat efisien. Memungkinkan ekstraksi makna dari berbagai format (suara/foto) dengan biaya operasional minimal, menghasilkan margin keuntungan yang tinggi.
VC Insight:
Low operational cost per user (OPEX) adalah kunci skalabilitas kami dibandingkan platform lain yang menggunakan model pemrosesan mahal.
Freemium SaaS
- Free: Local storage (Privacy-first, 1 device)
- Premium: Cloud Sync, Multi-device, Restore
Market Entry
Pasangan Muda yang berkunjung ke Arab Saudi
Mulai dari perjalanan spiritual hingga adaptasi hidup baru. Rememo menjadi asisten untuk menangkap setiap detail berharga di lingkungan yang baru dan penuh makna.
Parents
Mencatat milestone anak yang sering terlewat di galeri biasa.
Personal Knowledge
Second brain untuk memori personal dan refleksi diri.